Blog

Joe's Food Blog


    Gazza Cahyadi atau Geez (Junior Robert) dan Kean Amanda alias Ann (Hanggini Purinda) pertama kali bertemu di sebuah acara pensi sekolah. Geez yang merupakan alumni, menjadi bintang tamu pengisi acara tersebut bersama grub bandnya, Indie Brothers. Setelah tampil, Geez meminta pendapat Ann tentang aksi panggungnya. Ann yang menjadi ketua panitia acara pensi tersebut menjawab pertanyaan Geez dengan jujur dan apa adanya. Geez menyukai jawaban jujur Ann yang sedikit pedas dan mulai tertarik kepadanya. Sejak saat itu, Geez mendekati Ann dan benih cinta pun mulai tumbuh di antara mereka berdua. Seiring berjalannya waktu, Geez dan Ann mulai menjalin hubungan. Geez merupakan sosok anak muda yang piawai membangun hubungan romantis. Saat kencan pertama, Geez mengajak Ann berkencan di pantai yang belum pernah didatanginya. Mereka menghabiskan waktu di sana dengan berbagi cerita. Namun pada kencan pertama tersebut, Ann baru mengetahui fakta bahwa Geez menyembunyikan hubungan mereka dari mamanya (Dewi Rezer). Ann yang tidak mau menjalin hubungan backstreet meminta Geez untuk jujur kepada sang ibunda.

  Hubungan Geez dan Ann kemudian dihadapkan pada ujian berupa jarak yang terpisah jauh. Mama Geez yang sangat protektif pada anaknya, memaksa putranya berangkat studi ke Berlin, Jerman Geez memberitahu hal ini kepada Ann dan berjanji akan datang di momen-momen penting, seperti hari ulang tahun sang kekasih. Dengan berat hati Ann pun merelakan Geez. Pada awal masa menjalani hubungan jarak jauh, Geez selalu memberi kejutan kepada Ann lewat orang-orang terdekatnya. Namun, situasi segera berubah dan hubungan keduanya menjadi dingin. Geez sering kali tidak menjawab pesan yang dikirim Ann kepadanya dengan alasan sibuk. Hal ini membuat Ann bimbang dan merasa hubungannya dengan Geez tidak akan bertahan lama. Puncak dari rasa kecewa Ann ialah ketika Geez membatalkan janjinya untuk pulang ke Indonesia, demi merayakan ulang tahun sang pacar. Ann yang telah lelah menunggu Geez pun memutuskan hubungan mereka. Dia bahkan melarang Geez menghubunginya lagi. Di tengah titik terendah dalam hidup Ann, hadirlah Bayu (Roy Sungkono) yang menguatkan dan mampu menggantikan sosok Geez dalam hati Ann. Bayu menemani Ann pada masa-masa sulit, hingga ia mampu bangkit kembali. Empat tahun kemudian, Geez pulang ke Indonesia setelah menyelesaikan studinya. Didasari niat hendak merajut hubungan lamanya yang kandas, Geez mendatangi acara wisuda Ann dan hendak menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi. Namun, Geez sudah terlambat mengingat Ann telah menerima lamaran Bayu. Apakah Geez akan kembali bersatu dengan Ann? Saksikan kisah selengkapnya dalam film Geez & Ann.

Tak salah jika banyak yang menyukai semua karya Rintik Sedu termasuk aku.jika kalian penasaran silahkan intip sedikit tentang film kesukaanku.

film lengkap tentang gezz dan ann - YouTube

Dan ini salah satu PordCast yang juga sering aku dengar selamat mendengarkan juga 

pada paragraf ini aku mengikhlaskanmu - YouTube

 

Banyuwangi adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Selain itu Banyuwangi adalah ibu kota kabupaten ini.Posisinya sebagai ibu kota kabupaten menjadikan banyaknya gedung-gedung pemerintahan, cabang-cabang perusahaan, dan pusat keramaian yang berdiri di wilayah ini. Wilayah ini dulunya disebut Wana Tirtaganda dan pertama kali menjadi pusat pemerintahan kabupaten pada 1774 saat Kanjeng Raden Tumennggung Wiraguna I atau Mas Alit diangkat menjadi bupati pada tahun yang sama 

   Gandrung Menurut sejarah, tari gandrung pertama kali lahir pada saat pembangunan Ibu Kota Blambangan sebagai pengganti Ulu Pangpang yaitu saat pembukaan lahan hutan tirta arum (tirta gondo) pada tahun 1774.

Asal usul tari gandrung sendiri ditulis dalam sebuah makalah berjudul Gandroeng Van Banyuwangi yang ditulis oleh John Scholte pada tahun 1926. Menurut Scholte, tarian ini dibuat oleh seorang pemuda bernama Marsan yang menarikan tari gandrung bersama pemain musik tradisional di jalanan. Mereka melakukan itu dengan berkeliling ke desa-desa dan diberi penghargaan berupa beras dan bahan pokok lainnya.

Pada saat itu, kondisi masyarakat Blambangan sangat memprihatinkan akibat dari serangan kompeni, banyak dari mereka yang menjadi korban & diasingkan ke tempat yang jauh dan sebagian yang lain dari mereka juga mulai melarikan diri sampai tercerai berai

Para pejuang kemudian memanfaatkan tari gandrung sebagai pemersatu masyarakat yang tercerai berai tersebut, kemudian kembali ke kampung halamannya dan membentuk kehidupan baru di wilayah Tirta arum (yang kemudian dinamai Banyuwangi yaitu nama lain dari tirta arum itu sendiri). Sejak itu tari tradisional ini mulai menjadi bagian dari masyarakat Blambangan dan Ibukota Baru di Tirta Arum dan terus berkembang. Perkembangan tersebut juga meliputi gender penari yang menarikan tari gandrung.


Jika sebelumnya ditarikan oleh lelaki, maka muncul penari gandrung wanita pertama bernama Semi. Ia adalah seorang gadis kecil yang menderita suatu penyakit hingga ibunya, Mak Midhah, bernazar jika sembuh, Semi akan dijadikan sebagai seblang, dan akhirnya Semi sembuh. Pemenuhan nadzar oleh Mak Midhah ini membuat tari gandrung memasuki episode baru dalam perkembangannya karena tari gandrung mulai ditarikan oleh penari perempuan.

Semakin lama, mulai banyak penari perempuan yang menarikan tari gandrung dan sekitar tahun 1890-an, mulai jarang lelaki yang menari gandrung karena dalam agama islam ada larangan laki-laki berdandan menyerupai perempuan. Penari gandrung laki-laki benar-benar menghilang pada tahun 1914 setelah penari gandrung laki-laki pertama yaitu Marsan, meninggal dunia.

Mulanya, gandrung hanya boleh ditarikan oleh keturunan penari gandrung, tetapi seiring berjalannya waktu, mulai banyak gadis-gadis yang mempelajari tarian ini walaupun mereka bukan keturunan penari gandrung. Oke guys jika masih kurang lengkap bisa dilihat di link pada bawah gambar diatas

 NESTAPA

mengharap Empati yang tak kunjung menyapa

mengharap ulur tangan yang cepat bersua

mengharap tanya yang masih kelu terucap

sering terdengar maap yang kian terucap,

maap..

tak hanya menutup salah,,,

Peka..

yang hanya menjadi alas dari semua alasan.

Nestapa..

Biarkan  hati ikhlas melepas..

Nestapa..

Tumbuhkan kejam menjadi perisai

                          

                                                                           By:me.red

   

 

Dua mata pilu itu, masih saja menahan air tergenang yang sudah lama ingin terjun bebas dari pelupuk matanya, bibirnya yang semula merah merona kini pucat pasi tak berdaya, Ia masih saja menggelutkan dirinya dengan selimut putih tebal yang kini mulai sedikit basah karena keringat dingin yang terus mengalir dari tubuh semampainya. Tapi hari ini, mau tidak mau ia harus memasang topengnya kembali ia tak ingin melewati momen yang sangat penting ini.

“Kini keadaanya sudah semakin tak terkendali, hanya doa yang mampu kita berikan sebagai penyemangatnya”

“Aku tidak papa bu” menyaut dari dalam ruangan

Seperti biasa perkataan itu membuat mata pilu lain mulai melemah, ia benci melihat mata lemah itu, namun bagi wanita paruh baya sepertinya hanya itu yang bisa ia utarakan saat ini, terus berbohong ia sudah mulai tak sanggup, Ia tau saat ini pelitanya sudah mulai redup ia tak ingin pelitanya padam dengan cepat.

Tak ada banyak hal yang Syila minta saat itu, ia hanya ingin tetap berada di ruangan itu hingga acara selesai. Namun, sepertinya permintaan Syila itu terlalu berat untuk dikabulkan, dunia sepertinya mulai tak berpihak kembali padanya. Karena kini kepalanya mulai menjahilinnya kembali, matanya pun tidak kalah kejamnya mendatangkan rasa itu di waktu yang tidak tepat, Hingga.

“BRUAKKKK…”

Dan seperti biasa, ia kalah kembali dalam pertarungan itu. Syila yang tak berdaya langsung digotong kembali untuk menuju tempat di mana seharusnya ia berbaring mata pilu lainnya yang Syila benci Kembali.meneteskan air mata. Apa yang dikhawatirkan sang ibu akhirnya terjadi. Syila kembali menjadi pusat perhatian di tengah keramainan.

“Ibu…”

“Iya sayang?”

“Apa acaranya sudah selesai?”

“Sudah sayang ini kita sudah di rumah sakit lagi”

“Bagaimana pengumumannya, bu???”

“Alhamdulillah sayang, kamu peraih Ipk tertinggi seuniversitas”

“Benarkah itu bu???”

“Benar sayang, ibu sangat bangga padamu nak” sambil mencium kening Syila

“Alhamdulillah ya Allah”

“Oiya sayang ada yang ingin berjumpa denganmu, sudah dari tadi ia menunggu kamu siuman”

“Siapa bu?”

“Assalamualaikum ibu negara”

“Ahhhh suara nyaring itu, aku sudah lama merindukannya”

“Ini aku bawakan bunga mawar putih berjumlah 8 tangkai kesukaanmu. Ini hadiah dariku di hari kelulusanmu”

Syila hanya bisa tersipu malu menatap Hamdan, sembari menahan rona pipinya yang mulai memerah

“Bagaimana kau bisa tau aku berada di sini komandan? Apakah ibu yang memberi tahumu???”

“Aku tau semua tentang dirimu termasuk ukuran bajumu”

“Ahh kau ini selalu saja meledekku”

“Hahaha… aku hanya bercanda ibu negara”

“Oiya apakah kamu mau menemaniku berjalan-jalan di taman??”

“Tentu saja komandan rasanya aku sudah bosan berada di ruangan ini terus, tapi apakah boleh bu?”

“Tentu saja boleh sayang”

Hamdan pun segera mendorong kursi roda kekasihnya itu menuju taman rumah sakit, ia sudah tidak sabar ingin memberikan kejutan yang lainnya untuk Syila, ia sangat berharap Syila akan menyukai kejutan itu.

Benar saja sesampainnya di taman, Syila langsung terpukau menyaksikan keadaan taman yang sudah dihiasi dengan ornamen-ornamen indah seperti balon berbentuk hati berwarna merah, buket mawar putih yang sangat besar, dan alunan suara biola yang dimainkan dengan merdunya, ia tidak menyangka kekasihnya itu begitu romantis padanya.

“Ini semua kamu yang buat???”

“Iya dong, aku sudah mempersiapkan ini semua dari tadi, apakah kamu suka ibu negara???”

“Tentu saja aku sangat menyukainnya, terima kasih komandan” sambil memeluk Hamdan

“Eitttss tunggu dulu, kejutan ini belum berakhir ibu negara masih ada kejutan spesial lainnya”

“Kejutan spesial??”

“Iya, tapi pejamkan dulu kedua mata indahmu itu. Setelah itu, baru aku akan memberikannya”

“Apa kau ingin mengerjaiku komandan???”

“Tentu saja tidak ibu negara, sudah pejamkan saja dulu!!!”

“Baiklah”

Beberapa menit kemudian

“Sudah bukalah!”

Sembari berlutut di depan Syila dan memegang sebuah kotak merah berisikan cincin dengan permata yang sangat indah Hamdan pun berkata

“Will you merry me???”

Mendengar ucapan dan hal yang dilakukan kekasihnya itu, sontak Syila terkejut hingga membuat matanya berkaca-kaca memancarkan binar kebahagian yang tiada tara.

“Apakah kau mau menjadi istriku dan ibu dari anak-anakku kelak ibu negara???”

Pertanyaan itu kembali diperjelas dan sangat nyata dipendengaran Syila, sambil meneteskan air mata Syila pun menjawab

“Tentu saja komandan, Aku sungguh sangat mencintaimu dan aku ingin…”

Namun, saat ingin melanjutkan jawaban dari pertanyaan yang dilontarkan oleh sang kekasih, mendadak saja hal yang tak pernah Syila inginkan lagi terjadi, kembali terulang.

Tiba-tiba saja Penglihatan Syila memudar, dunia serasa mendadak menghilang dari pelupuk matanya, hidungnya kembali mengeluarkan darah, kini badannya tergeletak tak berdaya, ia kembali dikalahkan oleh penyakitnya dan kali ini ia benar-benar kalah tepat di pelukan Hamdan, sang kekasih.

Hari itu serasa menjadi mimpi buruk bagi Hamdan, hari yang dianggapnya sebagai hari bahagia, kini berubah menjadi hari duka baginya.




BANYUWANGI dikenal kaya akan adat tradisi budaya yang terus dilestarikan dari generasi ke generasi. Salah satunya adalah tradisi unik yang digelar warga sebagai keperluan bersih desa dan tolak bala agar desa tetap aman dan tenteram yakni, seblang.

Sebenarnya Seblang sudah ada di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, sejak tahun 1930. Namun dipercaya, Tari Seblang merupakan tradisi yang sangat tua, berusia ratusan tahun, hingga sulit dilacak bagaimana asal usul dimulainya.

Namun, salah satu teori mengatakan bahwa Seblang pertama yang diketahui adalah Semi, yang juga menjadi pelopor tari Gandrung wanita pertama (meninggal tahun 1973). (Teori ini diragukan karena sebelum semi lahir, Seblang sudah ada dan Gandrung sebagai buah keturunan Seblang pun sudah ada).

Setelah sembuh dari sakitnya, maka nazar ibunya (Mak Midah atau Mak Milah) pun harus dipenuhi, Semi akhirnya dijadikan seblang dalam usia kanak-kanaknya hingga setelah menginjak remaja mulai menjadi penari Gandrung.

Ada perbedaan yang signifikan antara tarian Seblang yang ada di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, dengan tarian Seblang yang ada di Kelurahan Bakungan, Kecamatan Giri. Yang membedakan adalah waktu pelaksanaan dan sang penarinya.

Penyelenggaraan tari Seblang di dua daerah tersebut berbeda waktunya.Seblang di Desa Olehsari diselenggarakan satu minggu setelah Idul Fitri, dengan penari perempuan yang masih perawan. Sedangkan seblang di Kelurahan Bakungan yang bersebelahan, diselenggarakan seminggu setelah Idul Adha, dan penarinya harus perempuan yang sudah monopause.

Namun, keduanya juga mempunyai kesamaan, yaitu sama-sama ditarikan selama tujuh hari berturut-turut dalam kondisi sang penari kerasukan (trance) roh leluhur. Para penarinya dipilih secara supranatural oleh seseorang yang biasa disebut masyarakat sekitar dengan Gambuh atau juga dikenal sebagai pawang. Dan biasanya, penari harus dipilih dari keturunan penari seblang sebelumnya.

Tari Seblang ini dimulai dengan upacara yang dibuka oleh sang Gambuh atau pawang. Sang penari ditutup matanya oleh para ibu-ibu yang berada di belakangnya, sambil memegang tempeh (nampan bambu). Sang pawang mengasapi sang penari dengan asap dupa sambil membaca mantra. Setelah sang penari kesurupan alias tak sadarkan diri (kejiman dalam istilah lokal), dengan tanda jatuhnya tampah tadi, maka pertunjukan pun dimulai.

Penari seblang yang sudah kejiman tadi menari dengan gerakan monoton, mata terpejam, dan mengikuti arah sang pawang, serta irama gending yang dimainkan. Kadang juga berkeliling desa sambil menari. Setelah beberapa lama menari, kemudian si seblang melempar selendang yang digulung ke arah penonton, penonton yang terkena selendang tersebut harus mau menari bersama si Seblang. Jika tidak, maka dia akan dikejar-kejar oleh Seblang sampai mau menari.

Sedangkan Musik pengiring Seblang hanya terdiri dari satu buah kendang, satu buah kempul atau gong dan dua buah saron. Sedangkan di Olehsari ditambah dengan biola sebagai penambah efek musikal.

Dari segi busana, penari Seblang di Olehsari dan Bakungan mempunyai sedikit perbedaan. Khususnya pada bagian omprog (mahkota), baju, dan selendang. Pada penari Seblang di Desa Olehsari, omprog biasanya terbuat dari pelepah pisang yang disuwir-suwir hingga menutupi sebagian wajah penari. Sedangkan bagian atasnya diberi bunga-bunga segar yang biasanya diambil dari kebun atau area sekitar pemakaman, dan ditambah dengan sebuah kaca kecil yang ditaruh di bagian tengah omprog. Baju berwarna dominan hijau sampai kuning. Dan selendang diselipkan ke pinggang. 

Sementara itu, pada penari Seblang di Bakungan, omprog yang dipakai terbuat dari kain kaffan yang disuwir-suwir hingga menutup sebagian wajah penari, atasnya dari bunga kuburan. Baju berwarna dominan kuning kemerah-merahan. Di samping unsur mistik, ritual Seblang ini juga memberikan hiburan bagi para pengunjung maupun warga setempat. Di mana banyak adegan-adegan lucu yang ditampilkan oleh sang penari seblang ini.

Seblang berarti menghilangkan pengaruh buruk. Karena itu gaya tarian ini membuang tangan ke kanan atau ke kiri. “Seblang ini kalau ikut bahasa Osing singkatan dari Sebele Ilang (hilang sialnya). Jadi, biar semua hal yang tidak menyenangkan seperti penyakit dan bala-bala lain yang tidak menyenangkan ini hilang, dan berharap kemakmuran.

Di akhir tarian nanti, Seblang akan membagikan bunga yang ditancapkan pada lidi yang biasa disebut dengan Kembang Dermo, yang konon bisa mendatangkan kemakmuran. Sedangkan di hari terakhir, Seblang akan ditutup dengan prosesi Ider Bumi, bersih desa. 

Oke guys cukup sekilas info dari kami,By By...